Apa yg Kita Sombongkan ?03.16.09

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat
Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat
lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan
keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”

Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta
nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka
pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa
menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu,
saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih -
benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah,
sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih
rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa
lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering
menganggap diri kita lebih bermoral, lebih bemurah, dan lebih tulus
dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita
mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat,
namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit
terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam
batin kita.

Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang
lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self- esteem) dan
kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini
berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan
kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub
dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam
keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu,
kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan
dalam hidup.

Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak
lagi. Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi
ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka)
dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan
paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada
hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian
kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup
di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati
dengan tangan kosong.

Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk
dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan,
label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak
dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai
kesombongan atau ilusi ego.

Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan,
semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan
sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan
kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita
dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada
kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan
batin yang mendalam.

Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat
baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

Tags: ,

Posted in Blog Guru SMK 38with 1 Comment →

Polling Jam Masuk Skul02.25.09

Salah seorang guru 38, Pak Kusdiyono membuat polling di blognya, tentang jam masuk sekolah pukul 06.30. Menurut Pak Kus, hasil polling belum 100% mencerminkan kemauan siswa yang sebenarnya, karena tingkat kesalahannya cukup tinggi. Namun intinya kita bisa mengetahui pendapat siswa dan mengajari siswa untuk belajar internet. Para siswa yang mengisi sebagian besar adalah kelas X (resto dan busana) serta bebeapa siswa kelas XI. Berikut beberapa kutipan komentar mereka di blog tersebut….

Selengkapnya dapat diklik di sini

komen3

Posted in Info Dari Sekolahwith No Comments →

Pelatihan IT dari Pak Deni di 3802.20.09

Jumat siang ini kami mendapat pengetahuan baru dari Pak Deni Triwardana Waka SMKN 3 Jakarta setelah Desember yang lalu mendapat motivasi awal menggunakan IT dalam pembelajaran dari Pak Dedi Dwitagama (ketika itu Kepala SMKN 3 JakPus), sekarang Kepala SMKN 36 Jakarta.

Materi dari Pak Deni ini menarik minat sebagian guru kami, alhamdulillah walaupun kurang dari 11 (aku, Aid, Syofriyanti, Tapitta, Retna, Sarifah, Kusdiyono, Bagoes, Ninik, dan Hury)tapi aku menangkap antusiasme teman2ku untuk mencoba mengakrabi dunia maya ini. Setidaknya target kami sore ini, Bapak/Ibu guru mampu menulis dan memposting tulisannya di web kami SMK 38 Jakarta, sehingga web kami lebih berwarna karena disentuh cerita guru2  yang lebih banyak lagi.

Terima kasih yang tulus untuk teman2 yang sudah berani menulis dan mencoba mempostingnya di web kita, semoga ke depan tulisan sederhana sore ini akan menjadi cikal bakal tulisan2 lain yang lebih baik, lebih bermutu untuk kemajuan 38 kita yang kita sayangi. Mari senantiasa berbagi  walau hanya dengan cerita sehari-hari, di sana di arasyNya yang mulia, Dia Sang Maha Pemilik tulisan dengan tinta seluas samudera akan mencatat kebaikan yang Bapak/Ibu tebarkan sore ini.

Special thanks untuk Pak Deni, semoga pengetahuan yang diberikan sore ini akan bermanfaat dan kita tahu, Pak bahwa pengetahuan ini akan menularkan virus2 rajin menulis untuk kami di 38. Jangan bosan untuk berbagi dengan kami, mohon maaf bila terlalu banyak bertanya, semoga pahala kebaikan senantiasa dialirkan Allah untuk Bapak sebagai bagian kerikil kami untuk membuat jalan lurus Bapak menuju jannahNya. Amin.

Jangan bosan kalau lain kali kami undang lagi ke 38, karena teman2 yang lain tentu mau juga untuk sama2 pandai menulis. Jazakallah khairan katsiran, salam: NURHASNAH

Posted in Info Dari Sekolahwith 3 Comments →

  • You Avatar
  • Kalender

    September 2010
    M S S R K J S
    « Des    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

  • ShoutMix chat widget